PENGENALAN

ISO 14001:2004, OHSAS 18001:2007 DAN SMK3 PP RI 50/2012

Sekilas ISO 14001:2004, OHSAS 18001:2007 dan SMK3 PP 50/2012

ISO 14001:2004 -Environmental Management System- merupakan standard Sistem Manajemen Lingkungan yang diakui secara internasional yang mensyaratkan suatu perusahaan untuk mengelola secara efektif aspek dan dampak lingkungan yang dihasilkan melalui komitmen-komitmen untuk melakukan pencegahan terhadap polusi, menunjukkan kepatuhan pada peraturan dan melakukan perbaikan-perbaikan berkesinambungan.

OHSAS 18001:2007 -Occupational Health and Safety Assesment Series- dipublikasikan oleh BSI (British Standard Institution), UK. OHSAS 18001 dikembangkan melalui kerjasama Badan Standarisasi, Lembaga Profesi K3 dan Badan Sertifikasi Dunia seperti American Industrial Hygiene Association (AIHA), Asociación Española de Normalización y Certificación (AENOR), British Standards Institution (BSI), Czech Accreditation Institute (CAI), Hong Kong Quality Assurance Agency (HKQAA), Japan Industrial Safety and Health Association (JISHA), Lloyds Register Quality Assurance (LRQA), SGS United Kingdom Ltd, Standards New Zealand (SNZ), dan Sucofindo International Certification Services (SICS). OHSAS 18001 merupakan panduan bagi organisasi untuk melakukan pencegahan kecelakaan, melaksanakan kepatuhan pada peraturan dan melaksanakan perbaikan berkesinambungan.

SMK3 –Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja- dipublikasikan pertama kali melalui Permenaker PER.05/MEN/1996, dan saat ini telah dibakukan melalui Peraturan Pemerintah RI No. 50 tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. SMK3 bersifat wajib diterapkan (mandatory) oleh setiap organisasi atau perusahaan yang ada di Indonesia yang memiliki karyawan 100 orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya. SMK3 dikembangkan karena adanya keinginan pemerintah untuk meningkatkan kondisi tempat kerja yang lebih baik dalam arti lebih aman dan sehat, seiring meningkatnya secara terus menerus angka kecelakaan kerja di Indonesia dari tahun ke tahun.

Bagaimana praktik terbaik untuk penerapan ISO 14001, OHSAS 18001, dan SMK3 di PT SMART Tbk – Downstream Indonesia?

Secara umum praktik terbaik untuk penerapan Sistem Manajemen K3 dan Lingkungan di Industri Manufaktur adalah sebagai berikut :

  1. Melaksanakan penyadaran kepada setiap karyawan untuk selalu menerapkan proses kerja yang aman dari sudut pandang K3 dan Lingkungan seperti menggunakan APD yang dipersyaratkan, dan melaksanakan SOP K3 dan Lingkungan secara konsisten.
  2. Melaksanakan efisiensi penggunaan bahan bakar, ATK (alat tulis kantor), dan energi untuk meningkatkan potensi penggunaan kembali agar terjadi pengurangan limbah yang berdampak kerusakan lingkungan.
  3. Meningkatkan kemampuan personil untuk pengelolaan K3 dan Lingkungan seperti Sertifikasi Operator Pesawat Angkat dan Angkut, Operator Pesawat Uap, Petugas K3 Ruang Terbatas, Tim Penanggulangan Kebakaran, Petugas K3 Kimia, dan Petugas Pertolongan Pertama.
  4. Menetapkan spesifikasi atas barang dan jasa yang dibeli oleh organisasi, agar senantiasa selaras dengan Kebijakan K3 dan Lingkungan organisasi.
  5. Melakukan pengelolaan B3 dan Limbah B3 yang dihasilkan oleh organisasi sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku seperti PP No. 74 tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun, PP No. 18 tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, dan Kepmenperind no. 87 tahun 2009 tentang Sistem Harmonisasi Global Klasifikasi Simbol dan Label pada Bahan Kimia.
  6. Melakukan pemantauan emisi (sumber bergerak dan tidak bergerak), pembuangan limbah cair, dan kualitas lingkungan kerja sesuai dengan peraturan dan persyaratan seperti Permenlh no. 07 tahun 2007 tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak bagi Keter Uap, Permenlh no. 21 tahun 2008 tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pembangkit Tenaga Listrik Termal, PP No. 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, dan Permenakertrans No. 13 tahun 2011 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika dan Faktor Kimia di Tempat Kerja.
  7. Menetapkan spesifikasi atas barang dan jasa yang dibeli oleh organisasi, agar senantiasa selaras dengan Kebijakan K3 dan Lingkungan organisasi.
  8. Menetapkan kesiapan atas keadaan darurat K3 dan Lingkungan perusahaan yang dapat berdampak terhadap risiko bisnis perusahaan.
  9. Melakukan analisa data untuk peningkatan kinerja K3 dan Lingkungan melalui peluang tindakan perbaikan dan pencegahan untuk perbaikan berkelanjutan.

National EHFS Department

PT. Sinarmas Agribusiness and Food – Downstream Indonesia

Sinar Mas Land Plaza, Tower 2, 22th Floor.

Jl. MH Thamrin 51, Kav 22, Jakarta Pusat – 10350.

Indonesia